Selasa, 19 November 2013

CARA PEMBUATAN KERUPUK LELE



CARA PEMBUATAN KERUPUK LELE


Alat :
o    Wajan
o    Panci kukus/Dandang
o    Kompor
o    Gilingan daging
o    Pengepres
o    Baskom plastik
o    Pisau
o    Talenan
o    Plastik /kandi

Bahan :
o   Singkong kupas :1 kg      
o   Lele segar : 1 kg
o   Tepung kanji : 1 kg
o   Minyak goreng secukupnya     
o   Bawang putih : 50 gr
o   Ketumbar : 1 sdm
o   Garam : 2 sdm
o   Air secukupnya

Cara membuat :
1.      Bersihkan ikan lele dart sirip, patil dan isi perutnya lalu cuci bersih;
2.        Kukus lele hingga matang, kemudian dinginkan;        ,
3.      Haluskan daging dengan gilingan daging atau tumbuk; sisihkan.
4.      Singkong kupas dicuci bersih, kemudian diparut;
5.      Peras parutan singkong dengan pengepres, ambit ampasnya; sisihkan.
6.      Haluskan bumbu : bawang putih, ketumbar, garam; sisihkan. 
7.  Campurkan ampas singkong dan tepung kanji, tambahkan air sedikit demi sedikit;
8.      Masukkan daging lele halus dan bumbu;
9.      Aduk campuran bahan tersebut hingga adonan encer:
10.   Panaskan wajan, masukkan adonan tersebut kedalam wajan;
11.   Aduk adonan tersebut, tambahkan air apabila agak mengental;
12.   Aduk sampe pulen/mengental dan warna be-ubah agak coklat, angkat dan dinginkan;
13.     Adonan diratakan diatas plastik, iris tipis, lalu jemur sampai setengah kering lalu gunting sesuai selera;
14.   Dijemur lagi sampai kering;
15.   Kerupuk lele kering slap dikemas dan dijual mentah.
16.     Kerupuk dapat juga digoreng dan dikemas kemudian dijual dalam bentuk matang.

PNPM Desa Penaruban Kecamatan Kaligondang Adakan Pelatihan Budidaya Lele dan Pembuatan Kerupuk Lele



PNPM Desa Penaruban Kecamatan Kaligondang Adakan Pelatihan Budidaya Lele dan Pembuatan Kerupuk Lele

Desa Penaruban mendapatkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Md) Tahun 2013 berupa Pelatihan Budidaya Lele dan Pembuatan Kerupuk Lele sebesar Rp. 43.026.900,- kemudian dari swadaya masyarakat sebesar Rp. 400.000,-. Dana tersebut digunakan untuk pelatihan budidaya lele dan pembuatan kerupuk lele.
Pelatihan ini dilaksanakan di Aula Balai Desa Penaruban pada tanggal 6-12 November 2013.
Kegiatan ini melibatkan 20 orang peserta yang berasal dari warga masyarakat sekitar yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan wanita usia produktif (usia 13-35 tahun) lulusan SMA/MA untuk diberikan pelatihan baik pengetahuan maupun ketrampilan di bidang agribisnis perikanan darat khususnya ikan lele.
Nara sumber yang memberikan pelatihan dari Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Kaligondang, terdiri dari Bapak Totok Budiarto, Bapak Win Pulasmono, A.Md dan Ibu Dewi.
Selesai mendengarkan arahan, para peserta kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Kemudian mereka dilatih cara pembuatan kolam terpal dan pemijahan ikan lele yang dibimbing oleh Bapak Win Pulasmono, A.Md dan dibantu oleh Pak Rasmingin dari Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Kaligondang.
Pelatihan selanjutnya, peserta dilatih cara membuat sampai menggoreng kerupuk lele, kemudian peserta juga dilatih untuk mengemas kerupuk yang higienis, tahan lama dan menarik minat konsumen.
Setelah pelatihan ini selesai, diharapkan peserta diharapkan dapat memberikan wawasan, pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat agar dapat beternak lele dengan baik dan menguntungkan, peserta juga dapat membuka peluang usaha baru yang nantinya bisa menambah penghasilan ekonomi keluarga.






Sabtu, 09 November 2013

Sekilas tentang Desa Penaruban



Profil Desa
     Desa Penaruban
a.     Letak geografis
Desa Penaruban Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga memiliki batas-batas administratif sebagai berikut :
Sebelah Utara      : Berbatasan dengan Desa Kalikajar
Sebelah Timur     : Desa Sempor Lor
Sebelah Selatan   : Kelurahan Bancar
Sebelah Barat       : Kelurahan Wirasana
Desa Penaruban Kecamatan Kalogondang memiliki luas wilayah 201,802 Ha yang secara administratif terbagi dalam  5 dusun, 11 RW dan 28 RT. Dilihat dari pemanfaatan lahan,sebagian besar berupa tanah kering seluas dari 111,270 Ha (58,22%).Penggunaan tanah pemukiman penduduk seluas 97,43 Ha (51,02%),tegalan 13,84 Ha(7,25),sawah 61,00 Ha (31,95) dan sisanya terdiri dari perkebunan, tegalan, lahan usaha perikanan dan lain-lain

b.    Aksesibilitas menuju desa
Akses menuju desa Penaruban cukup mudah karena Desa Penaruban berada di jalan utama menuju ke Kecamatan Kaligondang. Infrastruktur jalan yang cukup baik semakin memudahkan menuju ke Desa Penaruban. Selain itu jarak yang relatif dekat dengan kecamatan juga semakin memudahkan dalam urusan pemerintahan di Desa Penaruban.

c.     Data Kependudukan
Jumlah total penduduk Desa Penaruban sebanyak 4.592 jiwa. Jumlah KK di Desa Penaruban sebanyak 1.254 KK.

d.    Permasalahan Umum (Infrastruktur, Ekonomi, Sosial, Budaya)
Permasalahan Umum yang dihadapi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik adalah :
·      Penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa belum optimal.
·      Kualitas SDM aparatur pemerintahan desa masih perlu ditingkatkan sesuai dengan tuntutan dinamika, perubahan dan kebutuhan masyarakat.
·      Perlu adanya peningkatan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa untuk menjawab tuntutan reformasi.
·      Ketersediaan Sarana dan Prasarana dalam sistem pelayanan umum masih relatif kurang.

Sasaran yang ingin dicapai adalah:
·      Terlaksananya pengelolaan administrasi pemerintah desa sesuai dengan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik dan benar.
·      Terwujudnya peningkatan SDM aparatur pemerintah desa sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat secara efektif dan efisien.
·      Terwujudnya peningkatan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa.
·      Mewujudkan ketersediaan sarana dan prasarana dan sistem pelayanan umum.
Permasalahan yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kecerdasan dan kualitas SDM yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT adalah :
·      Pemahaman Agama masih belum sepenuhnya diaktulisasikan dalam kehidupan nyata.
·      Pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Agama di kalangan peserta didik belum menujukkan hasil yang memuaskan.
·      Lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan belum mampu memerankan fungsi sebagai agen perubahan sosial yang dinamis.

Sasaran yang ingin dicapai adalah :
Dengan prioritas pembangunan ini diharapkan akan dapat dicapai sasaran berkembangnya kehidupan beragama serta toleransi intern dan antar umat beragama.
Permasalahan yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kemandirian masyarakat adalah terbatasnya kemampuan akses sebagian besar masyarakat terhadap
sumber daya sosial dan ekonomi, berkurangnya prakarsa, peran serta, dan lemahnya peran lembaga kemasyarakatan dalam pembangunan.

Sasaran yang ingin dicapai adalah:
Meningkatnya kemampuan akses masyarakat kurang mampu, perempuan dan anak-anak terhadap sumber daya sosial dan ekonomi, serta meningkatnya peran serta dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan.